budisantosa49@wordpress.com

WILUJEUNG SUMPING DI ROROMPOK SIMKURING

Selasa, 30 Maret 2010

HAKEKAT BELAJAR

HAKEKAT BELAJAR
A. PENGERTIAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN.
Belajar adalah kunci yang paling penting dalam setiap usaha pendidikan, sebagai suatu proses, belajar mendapatkan tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya pendidikan. Karena demikian pentingnya arti belajar, sehingga banyak sekali ahli Pendidikan yang mengartikan belajar dari sudut pemahaman yang berbeda.
Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar. Karena kemampuan berkembang melalui belajar manusia secara bebas dapat mengeksplorasi, memilih, dan menetapkan keputusan-keputusan penting untuk kehidupannya. Akan tetapi banyak sekali contoh tentang perubahan yang terjadi pada manusia dalam perkembangan kehidupanya, itu didasarkan kepada keadaan lingkungan, seperti contoh, anak manusia mempunyai bakat untuk berdiri di atas dua kakinya, namun dalam perkembangany ia dibesarkan oleh seekor serigala di lingkungan hutan otomatis si anak tersebut untuk mengembangkan bakatnya berdiri diatas dua kakinya akan mengalami kesulitan, ia akan menyesuaikan dengan orangtuanya yang mengasuh pada waktu itu yaitu seekor serigala.
Belajar juga merupakan peranan peting bagi umat manusia di tengah-tengah persaingan yang ketat, di antara bangsa-bangasa yang lebih maju dalam bidang pendidikan. Tidak sedikit orang yang pintar dengan menggunakan kepintaranya membuat orang menjadi terpuruk bahkan bisa menghancurkan orang lain.bahkan dengan sangat tragis lagi dengan kepintaran mereka bisa membuat senjata pemusnah masal.
Meskipun banyak sekali dampak negatip yang di timbulkan dari belajar tetapi tidak mengurangi nilai dari pengertian belajar.
Selajutnya dalam agama pun belajar merupakan kewajiban bagi setiap orang agar memperoleh ilmu pengetahuan. Dalam rangka meningkatkan derajat kehidupan mereka. Hal ini dinyatakan dalam al Quran surat Al Mujadalah ayat 11 berbunyi:



“Niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat kepada orang-orang berinam dan berIlmu”
Ilmu disini bukan hanya ilmu agama melainkan seluruh ilmu yang yang relevan dan sesuai dengan tuntutan jaman dan bias bermanfaat bagi seluruh umat manusia dan dirinya sendiri.
Dari pemaparan diatas kita bias menarik kesimpulan tentang pengertian belajar derdasarkan pemahaman dan sudut pandang para ahli dalam bidang pendidikan. Namun banyak sekali orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghapalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi / materi pelajaran. Orang yang demikian akan merasa bangga apabila anaknya telah bisa melapalkan atau menyebutkan kembali dengan lisan. Ada juga orang yang beranggapan belajar itu adalah latihan seperti latihan membaca dan menulis. Berdasarkan persepsi semacam itu mereka akan merasa puas bila anak-anak mereka telah mampu memperlihatkan keterampilan jasmaniah tertentu tertentu walaupun tanpa pengetahuan arti, hakikat, dan tujuan keterampilan terseut.
• SKINNER seperti di kutip BARLOW ( 1985 ) dalam bukunya Educational psychology : the teaching-leaching proses, berpendapat bahwa belajar adalah: “ suatu proses adaptasi ( penyesuaian tingkah laku ) yang berlangsung secara progresif. Pendapat ini di ungkap dalan pendapatnya mengenai belajar adalah “….a process of frogresive behavior adaptasi”. B.F Skinner percaya bahwa proses adaptasi tersebut akan mendatangkan hasil yang optimal apabila diberi penguat ( Reinforcer ).
Skinner, seperti juga Pavlov dan Guthrie, adalah seorang ahli dan pakar dalam bidang teori belajar berdasarkan proses conditioning yang pada prinsifnya memperkuat bahwa timbulnya tingkah laku itu lantaran adanya hubungan antara stimulus ( rangsangan ) dengan respon.
• Chaplin ( 1972 ) dalam dictionary of psychology membatasi belajar dengan dua rumusan. rumusan pertama: …..aquisition of any realitifily permanent change in behaviore as a resultof practice and experience ( belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatip menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman ) rumusan ke dua adalah: process acquaring resfonces as a result of special practice ( belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus )
• Hintzman ( 1978 ) dalam bukunya the psicology of learning and memory berpandapat bahwa learning is a change in organism due to experience wich can effect the organism’s behavior” ( be;ajar adalah suatu perubahan yang terjadia dalam organisasi, manusia atau hewan, disebabkan oleh tingkah laku organisme tersebut )
• wittig ( 1981 ) dalam bukunya psychology of learning mendefinisikan belajar sebagai berikut; any relatively permanent change in anorganism’s behaviore repertoire that accurs of experience ( belajar ialah perubahan yang relative menetap yang terjadi dalam segala macam tingkah laku suatu organism sebagai hasil pengalaman )
• Rebber ( 1989 ) dalam kamusnya Dictionary of psychology membatasi belajar dalam dua depinisi, pertama belajar adalah the proses of aquaring knowledge ( proses memperoleh pengetahuan ) , ke dua belajar adalah a relaatifeky permanent change in a respon potensioly which accur as a result of reinforce practice.
dalam depinisi ini ada 4 macam istilah dan perlu du soroti untuk memahami proses belajer, yang di antaranya; 1. relatifely permanent ( yang secara umum menetap )
2. response potensioly ( kemampuan beraksi )
3. response. ( ynag di perkuat )
4. practice ( praktik atau latihan )
• Bigg ( 1991 ) dala pendahualuan teaching for learning : the view from cognitife, psychology mendefinisikan belajar dfalam tiga rumusan yaitu rumusan kuantatif ( berdasarkan dari jumlah ) ,rumusan institusional ( kelembagaan ) dan rumusan kualitatif ( Mutu ).
• M.sobri Sutiko, menuju pendidikan bermutu ( 2004 ) mengartikan belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai suatu hasil pengalamanya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya sendiri.
• muhamad Surya ( 1997 ) belajar dapat di artikan sebagai suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan prilaku baru secara keseluruhan sebagai hasil dari sebuah pengalamanitu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungan.
dari pemaparan depinisi di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa belajar adalah perubahan yang terjadi pada setiap individu – individu yang terjadi pada dirinya dengan pengalamannya sendiri dan dilakukan dengan sadar melalui usaha untuk mencapai suatu tujuan yang lebih baik / lebih maju dari keadaan sebelumnya.

Hakekat dari pembelajaran adalah merupakan segala daya upaya yang dilakukan oleh guru atau pendidik agar terjadi proses belajar pada diri siswa.
pembelajaran adalah suatu system atau proses pembelajaran subjek didik / pembelajaran yang direncanakan atau didesain di laksanakan dan dievaluasi secara systematic agar subyek peserta didik/ pembelajaran mencapai tujuan pembelajaran secara efectif dan efisien. ( depdiknas 2003 )
dan pembelajaran juga merupakan suatu system lingkungan belajar yang terdiri dari Unsur tujuan, bahan pelajaran, strategi, alat, siswa dan guru.

B. UNSUR – UNSUR BELAJAR.
Cronbach ( 1954 ) dalam Nana Saodih sukmadinata ( 2007 ) mengemukaan beberapa unsure tujuan dalam belajar diantaranya yaitu:
1. Tujuan.
2. Kesiapan.
3. Situasi
4. Interpretasi ( Hubungan Komponen di atas )
5. respon.
6. Konsekwensi.
7. reaksi dari kegagalan.
C. TUJUAN BELAJAR
Gagne ( 1985 ) menyebutkan ada lima macam hasil belajar sebagai berikut:
1. keterampilan intelektualatau keterampilan procedural yang mencakup belajar deskriminasi, konsep, prinsip, dan pemecahan masalah, kesemuanya itu diperoleh dari materi yang disampaikan oleh guru.
2. strategi kognitip. kemampuan untuk memecahkan masalahdengan mengatur proses internal masing-masing individu dalam memperhatikan belajar, mengingat dan berpikir.
3. informasi verbal. kemampuan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur denganinformasi.
4. keterampilan motorik. kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot.
5. sikap. kemampuan internal yang mempengaruhi tingkahlaku seseorang didasari oleh emosi, kepercayaan serta factor intelektual.
jadi tujuan belajar menurut M. Sobry S adalah sebagai berukut.
1. mengumpulkan pengetahuan.
2. penanaman konsep dan kecekatan.
3. pembentukan sikap dan perbuatan.
D. PRINSIP – PRINSIP BELAJAR.
ada 8 prinsip yang harus di ketahui sebagai berukut:
1. belajar harus mempunyai pengalaman dasar.
2. belajar harus bertujuan dan terarah.
3. belajar memerlukan situasi yang problematic.
4. belajar harus memiliki tekad dan kemauan yang keras dan tidak mudah putus asa.
5. belajar memerlukan bimbingan arahan, serta dorongan iniakan mempermudah dalam penyerapan materi.
6. belajar memerlukan latihan.
7. belajar memerlukan methode yang tepat.
8. belajar membutuhkan waktu dan tempat.
E. TEORI BELAJAR.
1. Teori Gestalt
teori ini di kembangkan oleh Kohler, Koffka, dan Wertheimer, teori ini menekankan keseluruhan, baru kemudian kebagian – bagian. menurut teori ini bahwa pemahaman merupakan inti dari belajar, dengan kata lain belajar yang penting bukan mengulang tetapi mengerti atau memperoleh pemahaman.
Teori Gelstat terdiri dari beberapa perinsip yang diantaranyan sebagai berikut:
1. belajar berdasrkan keseluruhan.
2. belajar adalah seatu proses perkembangan.
3. keseluruhan memberi makna kesebagian – bagian.
4. anak dapat belajar dengan menggunakan pemahaman atau insight.
5. belajar akan memberikan mamfaat apabila di barengi dengan minat, keinginan, dan tujuan.
6. belajar adalah reorganisasi pengalaman.
pandangan gelstat juga berpengaruh terhadap penafsiran tantan belajar. ada beberapa pokok yang perlu diperhatikan antara lain.
a. timbulnya kelakuan berkat interaksi antar Individu dan lingkungan dimana factor yang telah dimiliki lebih menonjol.
b. Individu harus dalam keadaan seimbang dinamis.
c. mengutamakan segi pemahaman.
d. menekankan kepada situasi sekarang, dimana individu menemukan dirinya.
e. yang utama dan pertama adalah keseluruhan.
2. TEORI KONEKSIONISME
teori ini di temukan oleh Thorndike. menurut teori ini belajar adalah proses pembentukan asosiasi antara yang sudah diketahui dengan yang baru , proses belajar mengikuti 3 hukum.
a. hukum kesiapan.
b. hukum latihan
c. Hukum efek.
hukum – hukum yang yang dikemukakan oleh thorndike itu lebih di lengkapi dengan prisip-prinsip sebagai berikut:
a. siswa harus mampu membuat jawaban terhadap berbagi stimulus.
b. siswa di bombing atau diarahkan terhadap hal-hal yang lebih penting.
c. suatu jawaban dapat di digunakan untuk jawaban yang lain, thordike menamakanya dengan “ perubahan Asosiatif”
d. siswa dapat bereaksi secara selektif tehadap factor – factor yang esensial dalam situasi itu.
3 TEORI R. GAGNE.
belajar menurut gagne adalah bahwa belajar bukan merupakan hal yang ilmiah tetapi hanya akan terjadi dengan adanya kondisi – kondisi tertentu. yaitu;
1. Internal. menyangkut kesiapan siswa terhadap apa yang telah dipelajari sebelumnya.
2. eksternal. situasi belajar dan dan cara penyajian yang di atur oleh Guru dengan tujuanuntuk memperlancar proses belajar.
4. TEORI PIAGET
teori ini di kembangkan oleh piaget,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut